LAPORAN PERCOBAAN 2 PRAKTIKUM KIMOR 1
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 2
KALIBRASI
TERMOMETER DAN PENENTUAN TITIK LELEH
DISUSUN OLEH
RISMAYANTI
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs.
SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
https://rismayantichemss25.blogspot.com/2020/02/jurnal-praktikum-kimia-organik-1.html
VIII.
Data pengamatan
8.1
Kalibrasi termometer
No
|
Perlakuan
|
Pengamatan
|
1
|
Dibuat
campuran bubuk es dan air hingga 2/5 bagian volume erlenmeyer terisi
|
Air
dan es sedikit mencair hingga volume 130 ml
|
2
|
Dimasukkan
termometer hingga ujungnya menyentuh campuran es + air dan mulut labu
erlenmeyer disumbat
|
Mencapai
suhu 0 ℃
|
3
|
Dirancang
kembali alat dengan mengisi 2/5 bagian erlenmeyer dengan aquades kemudian
termometer dimasukkan hingga tepat 1 cm diatas permukaan dan dilakukan
pemanasan menggunakan bunsen dan dicatat suhunya
|
Awal
mendidih suhu mencapai 92 ℃ dan suhu konstan nya 99 ℃
|
8.2 Penentuan titik leleh zat murni
No
|
sampel
|
Temperatur zat murni (℃)
|
|||
Manual
|
MPA
|
||||
T1
|
T2
|
T1
|
T2
|
||
1
|
Naftalen
|
78
℃
|
84
℃
|
85 ℃
|
100 ℃
|
2
|
Glukosa
|
120
℃
|
140
℃
|
160,72
℃
|
180
℃
|
3
|
Beta-naftol
|
105
℃
|
115
℃
|
110 ℃
|
115 ℃
|
4
|
Asam
benzoat
|
98 ℃
|
140
℃
|
115 ℃
|
120 ℃
|
5
|
Maltosa
|
105
℃
|
107
℃
|
90
℃
|
102
℃
|
8.3 Penentuan titik leleh zat campuran
No
|
Zat
Campuran
|
Perbandingan temperatur zat
campuran (℃)
|
||
1:1
|
1:3
|
3:1
|
||
1
|
Naftalen-Glukosa
|
100-148
℃
|
148-155
℃
|
130-146
℃
|
2
|
Glukosa-Betanaftol
|
130-140
℃
|
146-150
℃
|
138-149
℃
|
3
|
Beta-naftol-Asam
Benzoat
|
88-92
℃
|
90-103
℃
|
85-120
℃
|
4
|
Asam
benzoat-Maltosa
|
110-120
℃
|
100-155
℃
|
97-135
℃
|
5
|
Maltosa-Naftalen
|
120-122
℃
|
110-114
℃
|
113-115
℃
|
IX.
Pembahasan
9.1 Kalibrasi termometer
Sebelum
termometer digunakan untuk mengukur suhu kita harus memastikan termometer
tersebut dapat berfungsi dengan baik, dalam keadaan panas maupun dingin pada
suatu padatan, cairan maupun uap dan suhu yang ditunjukkan benar akurat. Cara
yang dapat dilakukan agar termometer yang akan digunakan akurat adalah dengan
mengkalbirasi termometer tersebut. Dalam mengkalibrasi termometer diuji batas
bawah dan batas atasnya. Dimana batas atasnya dilakukan dengan pemanasan atau
air mendidih dan suhunya mencapai 100 ℃ sedangkan batas bawahnya menggunakan
bubuk es dan suhunya 0 ℃. Campuran bubuk es dan aquades harus di kocok terlebih
dahulu, tujuannya agar suhunya merata kesemua wadah (erlenmeyer), kemudian
lama-kelamaan campuran tersebut akan mencair, ini terjadi karena adanya
perbedaan antara kelarutan air dan es. Selanjutnya termometer dimasukkan
kedalam erlenmeyer sampai menyentuh permukaan air, dimana mulut dari erlenmeyer
tersebut harus disumbat dengan styrofoam, perlakuan ini bertujuan agar suhu dari
udara luar tidak akan mempengaruhi sampel yang akan diukur suhunya.untuk
pengukuran berikutnya yaitu menguji batas atas termometer, suhu yang didapatkan
pada awal mendidih adalah 92℃ dan konstan di suhu 99℃. Dapat disimpulkan bahwa
termometer yang akan kita gunakan untuk percobaan selanjutnya dalam keadaan
baik.
9.2 Penentuan titik leleh
Percobaan
ini dilakukan untuk menentukan titik leleh suatu zat murni dan zat campuran
dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Zat murni yang akan di tentukan titik
lelehnya diantaranya: naftalen, glukosa, beta-naftol, asam benzoat dan maltosa.
Untuk pengukuran pada zat murni kami menggunakan dua metode yaitu manual dan
MPA (Melting Point Apparatus). Dalam
menentukan titik leleh suatu zat murni langkah awal yang kami lakukan yaitu
menempatkan zat-zat tersebut kedalam pipa kapiler dan diikat dengan termometer,
kemudian dimasukkan kedalam wadah yang berisi minyak yang sudah dipanaskan,
setelah itu kami memperoleh hasil untuk naftalen meleleh pada suhu 78℃ dan
meleleh sempurna pada suhu 84℃, glukosa dan asam benzoat meleleh sempurna pada
suhu 140℃, untuk beta-naftol meleleh pada suhu 105℃ dan meleleh sempurna pada
suhu 115℃, sedangkan maltosa meleleh pada suhu 105℃ dan meleleh sempurna pada
suhu 107℃
Untuk
percobaan berikutnya yaitu menentukan titik leleh zat campuran jika kita
perhatikan hasil yang diperoleh pada data pengamatan diatas dapat disimpulkan
bahwa semakin besar perbandingan yang digunakan maka semakin besar pula rentang
suhunya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan titik leleh, salah
satunya ukuran kristal, semakin sedikit zat yang digunakan maka semakin cepat pula zat tersebut akan meleleh begitu juga
sebaliknya.
X.
Pertanyaan pasca praktikum
1. Mengapa pada saat mengukur suhu
dalam campuran air dan es, termometer harus menyentuh permukaan air, sedangkan
dalam air mendidih termometer berada dijarak 1 cm diatas permukaan air ?
2.
Mengapa
dalam penentuan titik leleh zat murni dan zat campuran yang digunakan adalah
minyak ?
3.
Pada
saat melakukan kalibrasi termometer, mengapa mulut erlenmeyer haus disumbat
dengan styrofoam ?
XI.
Manfaat
Manfaat dari percobaan yang telah
kami lakukan mengenai kalibrasi termometer dan penentuan titik leleh zat adalah
kami dapat mengetahui cara mengkalibrasi termometer sehingga kami dapat
membedakan termometer mana yang masih layak digunakan dan mana yang tidak.
Selain itu kami dapat menentukan titik leleh suatu zat murni maupun campuran
dan juga faktor yang mempengaruhi kecepatan titik leleh.
XII.
Kesimpulan
Dari
percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Titik leleh adalah keadaan saat
fasa padat dan fasa cair dalam keadaan setimbang dibawah tekanan 1 atm.
2.
Kalibrasi
betujuan untuk menguji kelayakan termometer, apakah suatu termometer dapat
berfungsi dengan baik atau tidak.
3.
Perbedaan
titik leleh suatu senyawa murni dan tidak murni dapat dilihat dari suhu tepat
dimana senyawa tersebut meleleh, senyawa tidak murni cenderung lebih tinggi
suhunya sedangkan senyawa murni adalah sebaliknya.
4. Dalam menentukan titik leleh
suatu senyawa murni yang diberikan sebagai sampel langkah awal yang kami
lakukan adalah menempatkan senyawa tersebut kedalam pipa kapiler dan diikat
dengan termometer, kemudian dimasukkan kedalam wadah yang berisi minyak yang
sudah dipanaskan, lalu diamati dan dicatat suhunya.
XIII.
Daftar Pustaka
Arsyad,
M. 2010. Kimia Organik Dasar.
Semarang : Undip Press.
Jamzuri.
2016. Pembuatan Sistem Akuisisi Data
Pengukur Suhu Menggunakan Lab View Interface For Arduino (Lifa). Jurnal
Materi Dan Pembelajaran Fisika. Vol 6 No 1 ISSN :2089-6158.
Sofyan,
Dkk. 2016. Prinsip Kerja Termometer.
Jakarta. Elex Media Komputindo.
Syamsurizal.
2020. Kalibrasi Termometer Dan Penentuan
Titik Leleh. Http://Syamsurizal.Staff.Unja.Ac.Id/2019/02/22/Analisis-Kualitatif-Senyawa-Organik/. Diakses Pada 10 Februari 2020.
Tim Kimia
Organik 1. 2020. Penuntun Praktikum Kimia
Organik 1. Jambi : Universitas Jambi.
Proses
pengujian titik leleh senyawa campuran






Assalamualaikum, perkenalkan saya RAHMADANSAH Nim: A1C118066 ingin membantu menjawab permasalahan nomor 3, karena agar suhu yang diukur benar benar tidak keluar atau kedap didalam erlenmeyer, kemudian termometer yang mengukur suhu benar benar mengukur suhu konstan yang ada didalam erlenmeyer tanpa ada pengaruh dari suhu luar erlenmeyer, maka nya mulut erlenmeyer disumbat agar tidak ada suhu lain masuk ke dalam erlenmeyer.
BalasHapusAssalamualaikum perkenalkan nama saya septia misca dalvanny nim 005. Saya akan menjawab soal nomor 2. Menggunqkan minyak dikarenakan titik leleh minyak lebih tinggi dari titik leleh air. Sehingga kita menggunakan minyak selain itu juga dapat mempercepat pelelehan. Trimakasih
BalasHapusassalamu'alaikum wr.wb.
BalasHapussaya DARA KUMALASARI (A1C118038) akan mencoba menjawab no 1
karena jika termometer di celupkan sampai ke dasar erlenmeyer (menyentuh kaca) maka suhu termometer akan terpengaruhi oleh suhu kaca bukan suhu air , kenapa 1 cm diatas permukaan air karena jika dicelupkan kedalam air takut nya suhu air terpengaruh oleh suhu kaca ataupun tidak stabil/tidak rata jdi dibuat diatas 1 cm karena suhu tersebut dianggap suhu murni dari air.
terimakasih dan selamat malam