LAPORAN PERCOBAAN 4 PRAKTIKUM KIMOR 1



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 4
REAKSI-REAKSI HIDROKARBON







DISUSUN OLEH :
RISMAYANTI (A1C118007)



DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



Untuk melihat prosedur kerja silahkan kunjungi link dibawah ini 

VIII. Data pengamatan
8.1 Brom dalam karbon tetraklorida
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Kedalam dua tabung reaksi dimasukkan 1 ml alkana + 15 tetes brom dan dikocok kemudian ditempatkan ditempat gelap dan ditiup.
Warna tetap kuning (lebih jernih) menimbulkan asap.
2
1 ml alkana + 15 tetes brom digoncangkan ditempatkan ditempat terang dan ditiup.
Warna tetap kuning ( warna lebih gelap) tidak menimbulkan asap.
3
1 ml dietil eter + 15 tetes brom digoncangkan dan ditiup
Terdapat L1 (eter) dan L2 (brom) menimbulkan asap
4
 1 ml  dietil eter + 15 tetes benzena digoncangkan ditiup
Terdapat asap dan larutan keruh
8.2 Brom
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Tabung reaksi 1, dimasukkan 1 ml benzena ditambah 3 tetes brom
Warna larutan kening bagian atas dan bening bagian bawahnya.
2
Dipanaskan dalam penangas air (50℃)
Menguap dan tidak bersisa dalam tabung reaksi
3
Tabung reaksi 2, dimasukkan potongan besi, ditambahkan 1 ml benzena
Potongan besi berada dibagian dasar tabung reaksi
4
Di teteskan 3 tetes brom
Warnanya kuning agak pudar
5
Di panaskan dalam penangas air
Larutan masih tersisa dibawah tabung tidak menguap.
8.3 Larutan kalium permanganat
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO+ 5 tetes alkana (n-metana)
Warnanya berubah menjadi agak kecoklatan
2
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO+ 5 tetes alkana (n-heptana)
Warnanya tetap ungu pekat
3
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO+ 5 tetes alkana (n-heksana)
Warnanya tetap kemerahan
4
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO+ 5 tetes sikloheksana (eter)
Warnanya ungu kemerahan
5
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO+ 5 tetes sikloheksana (benzena)
Terbentuk dua lapisan dan masing-masing warnanya tetap
8.4 Asam sulfat pekat
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml asam sulfat + 10 tetes eter kemudian digoncang
Larutan berubah menjadi warna jingga dan terasa panas saat di kocok
2
Dimasukkan 2 ml H2SO+ 10 tetes n-heptana di kocok
Larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan, lapisan diatas bening dan dibawah agak keruh.
8.5 Asam nitrat
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Dicampurkan asam nitrat 4 ml dengan eter
Timbul gelembung
2
Diberi batu didih dan dipanaskan
Timbul warna orange pekat, timbul asap dan bau yang menyengat
3
Dituangkan larutan kedalam es
Larutan berubah menjadi bening kembali
8.6 Bahan tak dikenal
  8.6.1 Bahan tak dikenal 1 (X)
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Ditambahkan 2 ml zat X + 2 ml air kemudian digoncangkan
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas lebih keruh daripada lapisan bawah, di lapisan atas terdapat gelembung udara
2
Ditimbahkan 2 ml zat X + 2 ml H2SOdigoncangkan
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas keruh dan lapisan bawah bening.
3
Ditambahkan 2 ml zat X + 2 ml kloroform kemudian digoncangkan
Terdapat cincin di zat X. Terdapat 2 lapisan, lapisan atas keruh dan lapisan bawah agak keruh 
  8.6.2 Bahan tak dikenal 2 (Y)
No
Perlakuan
Pengamatan
1
Ditambahkan 2 ml zat Y + 2 ml air kemudian digoncangkan
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas zat Y dan lapisan bawah aquades
2
Ditimbahkan 2 ml zat Y + 2 ml H2SOdigoncangkan
Warnanya berubah menjadi kecoklatan dan bunyi tidak sedap
3
Ditambahkan 2 ml zat Y + 2 ml kloroform kemudian digoncangkan
Terdapat 2 lapisan, lapisan atas keruh dan lapisan bawah bening.

IX. Pembahasan
9.1 Brom dalam Karbon Tetraklorida
Suatu senyawa alkana akan lambat bereaksi apabila direaksikan dengan brom pada suhu kamar dan dalam keadaan gelap, namun sebaliknya alkana akan cepat bereaksi apabila direaksikan dengan brom dalam keadaan terkena cahaya, pada percobaan ini warna brom yaitu coklat akan menghilang dan akan terbentuk hidrogen bromida. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan brom dalam karbon tetra klorida. Alkana yang digunakan adalah n-heksana. Langkah awal yang kami lakukan adalah menambahkan 10-15 tetes brom kedalam tabung yang masing- masing berisi 1 ml alkana, kemudian digoncangkan agar campuran merata, selanjutnya ditempatkan tabung yang satu dalam tempat yang gelap dan tabung yang lain dalam keadaan yang terang, setelah itu ditiup larutan tersebut untuk melihat ada tidaknya hidrogen bromida yang terkandung dalam larutan tersebut, adanya hidrogen bromida dapat ditandai dengan adanya asap yang timbul pada saat proses peniupan.
Untuk alkena seharusnya yang digunakan adalah sikloheksena namun karena keterbatasan bahan, maka praktikan mengganti sikloheksena dengan eter, kemudian ditambahkan 10-15 tetes brom kedalam masing-masing tabung reaksi yang berisi eter dan digoncangkan tabung nya, setelah diamati hasil yang diperoleh yaitu kedua tabung tersebut menimbulkan asap dan terbentuk dua lapisan dimana lapisan 1 adalah eter dan lapisan 2 adalah air, hal ini karena massa jenis air lebih kecil jika dibandingkan dengan massa jenis eter.
9.2 Brom
Pada percobaan ini, langkah awal yang praktikan lakukan adalah menambahkan beberapa potongan besi kedalam tabung reaksi yang berisi 1 ml benzena, fungsi penambahan benzena disini salah satunya adalah  untuk menurunkan potongan besi yang menempel pada pada dinding tabung, dan pada tabung reaksi yang lain ditambahkan 1 ml benzena, setelah itu ditambahkan 3 tetes brom pada masing-masing tabung, hasil yang diperoleh pada tabung 1 yaitu warna larutan kering dibagian atas dan bening dibagian bawahnya sedangkan pada tabung 2 warna larutan yang diperoleh yaitu kuning agak pudar, lalu kedua tabung dipanaskan didalam gelas piala dengan menggunakan bunsen, pada tabung 1 larutan menguap dan tidak bersisa didalam tabung, sedangkan tabung 2 larutan masih tersisa di dasar tabung dan tidak menguap.
9.3 Kalium permanganat
Pada percobaan ini, praktikan menggunakan 5 senyawa yaitu eter, benzena, n-heksena, n-metana dan yang terakhir n- heptana. Masing-masing senyawa tersebut di tempatkan di dalam tabung reaksi yang kemudian masing-masing nya ditambahkan 1 ml kalium permanganat, hasil yang diperoleh dari pencampuran tersebut adalah pada senyawa eter warnanya ungu kemerahan, pada senyawa benzena terbentuk dua lapisan dan warnanya tetap, untuk senyawa n-heksena warnanya hampir mirip dengan eter yaitu ungu kemerahan hanya saja eter sedikit lebih gelap, kemudian pada senyawa n-metana diperoleh warna yang agak kecoklatan dan yang terakhir senyawa n-heptana  warna yang diperoleh yaitu tetap ungu namun sedikit pekat. Hilangnya warna ungu pada n-metana disebabkan karena pada saat reaksi terjadi, terdapat endapan MnO2 berwarna cokelat, dan apabila terjadi reaksi antara MnO4- dengan alkana atau pun alkena maka warna ungu ion permanganat akan hilang.
9.4 Asam sulfat pekat
Pada percobaan ini digunakan 2 tabung reaksi dimana tabung reaksi 1 berisi 2 ml asam sulfat + 10 tetes eter kemudian digoncang, sedangkan pada tabung rekasi 2 berisi 2 ml asam sulfat + 10 tetes n-heptana dari pencampuran antara eter dengan asam sulfat hasil yang praktikan peroleh yaitu larutan berubah menjadi warna jingga dan terasa panas pada saat digoncang, untuk tabung reaksi yang ke-2 larutan tidak larut sehingga terbentuk 2 lapisan, lapisan diatas bening dan dibawah agak keruh. Ini menandakan bahwa alkana sukar larut dalam asam sulfat berbeda dengan eter yang dapat bereaksi dengan asam sulfat pekat.
9.5 Asam nitrat
Pada percobaan ini, langkah awal yang praktikan lakukan yaitu mencampurkan 4 ml asam nitrat dengan eter, pencampuran ini menimbulkan gelembung, kemudian diberi batu didih dan dipanaskan, perlakuan ini menyebabkan timbul warna orange pekat serta timbul asap dan bau menyengat, lalu dituangkan larutan kedalam es dan larutan berubah menjadi bening kembali, dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa asam nitrat dapat bereaksi dengan eter.
9.6 Bahan tak dikenal
  9.6.1 Bahan tak dikenal 1(X)  
Pada percobaan ini praktikan menggunakan bahan tak dikenal zat x yang dilarutkan ke dalam 5 zat yaitu asam sulfat, asam nitrat, kloroform, air dan kalium permanganat, hal ini dilakukan untuk menentukan apakah senyawa tersebut termasuk kedalam senyawa jenuh, tidak jenuh ataupun organik, apabila bahan x dicampur dengan kloroform maka larutan dapat bereaksi lain halnya dengan pelarut lain yang bersifat polar seperti air, asam sulfat, asam nitrat dan kalium permanganat, hasil yang diperoleh yaitu terbentuk L1 dan L2, hal ini menunjukkan bahwa bahan x tersebut bersifat nonpolar.
  9.6.2 Bahan tak dikenal 2 (Y)
Pada percobaan ini bahan Y, digunakan beberapa zat diantaranya air, asam sulfat dan kloroform, pada saat direkasikan dengan kloroform terbentuk dua lapisan dimana lapisan atas keruh dan lapisan bawah bening, pada pencampuran bahan Y dengan asam sulfat warna larutan berubah menjadi coklat serta timbul bau yang tidak sedap, sedangkan pencampuran bahan Y dengan air terbentuk 2 lapisan lapisan atas bahan Y dan lapisan bawah merupakan aquades. Maka dapat disimpulkan bahwa bahan Y ini merupakan senyawa hidrokarbon jenuh karena mempunyai ikatan tunggal.

X. Pertanyaan pasca praktikum
1.  Pada saat kalium permanganat (KMnO4) ditambahkan benzena, terbentuk dua lapisan, mengapa larutan tersebut tidak bisa bercampur? Kemukakan alasannya!
2.   Apa yang menyebabkan warna ungu pada kalium permanganat berubah menjadi warna kecoklatan ketika ditambahkan n-heksena?
3.   Pada uji halogen, apa yang menyebabkan alkana lambat bereaksi dalam keadaan gelap dan cukup cepat berekasi dalam keadaan terang? Kemukakan alasannya!

XI. Manfaat
Manfaat yang diperoleh setelah melakukan percobaan ini yaitu praktikan dapat mengetahui serta mengimplementasikan cara serta teknik pengujian ketiga golongan senyawa hidrokarbon, selain itu dapat mengetahui perbedaan sifat-sifat dan rekasi kimianya.

XII. Kesimpulan
1.   Hidrokarbon alifatik berasal dari minyak bumi, sedangkan hidrokarbon aromatik dari batu bara, dan keduanya memiliki tiga sifat umum yaitu tidak larut dalam air, lebih ringan dalam air dan mudah terbakar diudara.
2.   Senyawa alifatik jenuh sulit bereaksi jika direaksikan dengan beberapa unsur diantaranya halogen, asam sulfat, asam nitrat dan halogen, karena sifatnya yang jenuh dan tidak bisa mengalami reaksi adisi ataupun subtitusi.
3.  Cara dan teknik pengujian senyawa hidrokarbon sesuai dengan jenis senyawa hidrokarbon yang digunakan, adapun cara yang dapat dilakukan yaitu uji klorinasi, melalui oksidasi kalium permanganat, melalui reaksi dengan asam sulfat pekat dan asam nitrat pekat.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi link video praktikum dibawah ini
https://youtu.be/KHW90zWyLO4

XIII. Dapus
Fesenden, Ralph J., 1997, Dasar-Dasar Kimia Organik, Jakarta: Bina Aksara.
Sumardjo, 2009, Oksidasi 3- (3,4 Dimetoksi Propanol Menggunakan Oksidator Pinmidium Klorokromat (PCC), Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi Vol 2 No 3.
Syamsuruzal,2019, Reksi-Reaksi Hidrokarbon. 
Tim Kimia Organik, 2020, Penuntun Praktikum Kimia Organik 1, Jambi : Universitas Jambi. 
Wijayaratih, 2010, Perombakan Senyawa Hidrokarbon Aromatis Polisiklik Padaa Kadar Tinggi Oleh Pseudomonas, Jurnal Manusia Dan Lingkungan,Vol III (5).

XIV. Lampiran

Hasil yang diperoleh setelah penambahan kalium permanganat dengan beberapa senyawa 

Bahan yang diperlukan dalam percobaan rekasi-reaksi hidrokarbon

Perbandingan antara eter + kalium permanganat dengan n-heksena + kalium permanganat

Proses pengambilan larutan kalium permanganat


campuran benzena dan kalium permanganat yang membentuk dua lapisan (L1 dan L2).




Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Perkenalkan Nama saya Marta Febryza Manalu Rambe dengan NIM A1C118037 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Karena adanya perbedaan massa molekul pada benzena dan kalium permanganat.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr wb
    Saya Sari Bulan (A1C118065)
    Saya akan membantu menjawab pertanyaan no 3, karena sinar matahari atau sinar UV dapat mempercepat laju suatu reaksi sedangkan tempat yang gelap memperlambat atau menghambat terjadinya suatu reaksi karena tidak adanya pancaran dari sinar matahari tersebut. Namun ditempat gelap maupun tempat terang larutan tersebut baik diletakkan dimana saja karena akan tetap bersifat asam.

    BalasHapus
  4. Saya Paulina Nim A1c118062 akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 dimana jawabannya KMnO4 larut dalam air sedangkan n-heksana tidak. KMnO4 itu merupakan senyawa yg berwarna ungu dan juga pengoksidasi yg kuat serta digunakan sebagai katalis dia jg bs mempercepat laju reaksi. Dan heksana berupa cairan tak berwarna.
    yg bila mana keduany direaksikan timbulla warna coklat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PERCOBAAN 7 PRAKTIKUM KIMOR 1

JURNAL PERCOBAAN 4 PRAKTIKUM KIMOR 1

JURNAL PERCOBAAN 6 PRAKTIKUM KIMOR 1