LAPORAN PERCOBAAN 1 PRAKTIKUM KIMOR 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1
PERCOBAAN 1
ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK DAN PENENTUAN KELAS KELARUTAN


Hasil gambar untuk LOGO UNJA 

DISUSUN OLEH
RISMAYANTI

DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020



Untuk melihat prosedur kerja silahkan kunjungi link dibwah ini :

IX. DATA PENGAMATAN
9.1 ANALISA UNSUR
9.1.1 Karbon dan Hidrogen
Perlakuan  
Pengamatan
Ditempatkan 1-2 gram serbuk CuO kering didalam cawan porselin kemudian dikeringkan beberapa saat diatas pemanas bunsen.
Tidak terjadi perubahan pada serbuk CuO.
Ditambahkan sejumlah gula
Gula meleleh dan tercampur dengan serbuk CuO
Dipindahkan kedalam tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas kemudian dialirkan kedalam tabung yang berisi 10 ml larutan Ca(OH)2, lalu dipanaskan.
Timbul gas seperti asap.

9.1.2 Halogen 
a.       Tes Bellstein
Perlakuan
Pengamatan
Dipanaskan kawat tembaga sampai kemerah-merahan dan tidak memberi warna lain.
Kawat tembaga berwarna kemerahan
Didinginkan lalu ditetesi dengan 2 tetes CCl4 , kemudian dipijarkan kembali.
Timbul warna hijau pada nyala api yang diamati.

b.      Tes CaO
Pengamatan
Perlakuan
Dipanaskan sejumlah CaO bebas halogen sampai suhu tinggi, lalu ditambahkan 2 tetes CCl4 ketika masih panas.
Setelah dingin, Dididihkan dengan 5-10 ml air suling , lalu dituangkan kedalam gelas kimia 100 ml dan larutan dalam HNO3 encer .
Larutan jadi jernih, timbul bau dan gelembung pada kulit telur.

9.1.3 Metode leburan dengan natrium
a.       Belerang
Pengamatan
Perlakuan
Diasamkan 3 ml larutan L (Putih telur) dengan asam asetat, dididihkan dan periksa gas dengan kertas saring basah yang sudah ditetesi Pb-asetat 10 % dan pada latutan L yang lain ditambahkan Na-nitroprosida.
Terbentuk gumpalan kecil berwarna putih dan ada gas serta bau yang tidak enak.

b.      Nitrogen
Perlakuan
Pengamatan
Ditambahkan 5 tetes larutan FeSO4 , 1 tetes larutan FeCL3 dan 5 tetes larutan KF 10% kedalam larutan L. Ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10%, lalu dididihkan.
Warna larutan menjadi kehitaman kemudian menjadi warna kuning bening.
Lalu diasamkan dengan H2SO4 encer
Terdapat endapan berwarna biru berlin.

c.       Halogen
Perlakuan
Pengamatan
Diasamkan 3 ml larutan L dengan larutan HNO3 encer.
Larutan menjadi putih keruh
Jika N dan S ada dididihkan 5 – 10 menit
Terjadi perubahan warna larutan dari putih keruh jadi warna kuning, terdapat juga gas dan bau yang tidak sedap.
Tambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer
Muncul endapan warna hitam agak kecoklatan.

9.2 Penentuan kelas kelarutan
9.2.1 Kelarutan dalam air
Bahan
Pengamatan
Tepung
Jernih (+) larut
Garam
Jernih (+) larut
Gula
Jernih (+) larut
Minyak
Jernih (+) larut
Putih telur
Jernih (+) larut

9.2.2 Kelarutan dalam eter
Bahan
Pengamatan
Tepung
Keruh (-) tidak larut
Garam
Jernih (-) tidak larut
Gula
Jernih (-) tidak larut
Minyak
Jernih (+) larut
Putih telur
Jernih (+) larut

9.2.3 Kelarutan dalam NaOH
Bahan
Pengamatan
Tepung
Keruh (-) tidak larut
Garam
Keruh (-) tidak larut
Gula
Jernih (+) larut
Minyak
Keruh (-) tidak larut
Putih telur
Keruh (-) tidak larut

9.2.4 Kelarutan dalam NaHCO3
Bahan
Pengamatan
Tepung
Tidak ada gas CO2
Garam
Tidak ada gas CO2
Gula
Tidak ada gas CO2
Minyak
Tidak ada gas CO2
Putih telur
Ada gas CO2

9.2.5 Kelarutan dalam HCl
Bahan
Pengamatan
Tepung
Jernih (+)
Garam
Jernih (+)
Gula
Jernih (+)
Minyak
Jernih (+)
Putih telur
Jernih (+)

9.2.6 Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Bahan
Pengamatan
Tepung
Warna orange (+)
Garam
Tidak berwarna (-)
Gula
Warna kuning kecoklatan (+)
Minyak
Warna orange (+)
Putih telur
Warna merah hati, panas (+)

9.2.7 Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Bahan
Pengamatan
Tepung
Jernih, Mengendap (+)
Garam
Jernih, Mengendap (+)
Gula
Jernih (+)
Minyak
Jernih (+)
Putih telur
Jernih (+)

X. PEMBAHASAN
10.1 ANALISA UNSUR
10.1.1 Karbon dan Hidrogen
Percobaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya unsur karbon didalam gula. Perlakuan awal yang kami lakukan adalah menempatkan serbuk CuO kering didalam cawan porselin, kemudian dikeringkan beberapa saat diatas pemanas bunsen. Namun, tidak terjadi perubahan, serbuk CuO tetap kering. Kemudian ditambahkan gula selagi CuO hangat dan hasilnya gula meleleh dan tercampur dengan serbuk CuO, Setelah itu dipindahkan kedalam tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat dan pipa pengalir gas kemudian dialirkan kedalam tabung yang berisi  10 ml larutan Ca(OH)2. Lalu dipanaskan dan timbul gas seperti asap.
10.1.2  Halogen
a.    Tes Beilstein
Tes beilstein adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi apakah dalam suatu senyawa organik terdapat unsur C dan H atau tidak. Pada percobaan ini perlakuan pertama yang kami lakukan adalah memanaskan kawat tembaga sampai warna kemerah-merahan, kemudian dididinginkan lalu ditetetsi 2 tetes CCl4 lalu dipijarkan,  hasilnya timbul warna hijau pada nyala api yang diamati.
b.    Tes CaO
pada percoaaan ini, dipanaskan sejumlah CaO bebas halogen sampai suhu tinggi lalu ditambahkan CCl4 ketika masih panas, setelah dingin, Dididihkan lalu dituangkan kedalam gelas kimia 100 ml dan larutan dalam HNO3 encer dan hasil yang kami peroleh adalah larutan menjadi jernih dan timbul bau serta glembung pada kulit telur.

10.1.3 metode leburan dengan natrium
a.    Belerang
Pada percobaan ini terlebih dahulu diasamkan 3 ml larutan L (putih telur) dengan asam asetat, dididihkan dan diperiksa gas dengan kertas saring basah yang sudah ditetesi Pb- asetat 10% dan pada larutan L yamg lain ditambahkan Na-nitroprosida dan hasilnya terbentuk gumpalan kecil berwarna putih dan timbul gas serta bau yang tidak enak.
b.    Nitrogen
Ditambahkan 5 tetes larutan Fe2SO4, 1 tetes laruatn FeCl3 dan 5 tetes larutan KF 10% kedalam larutan L. Ditambahkan 1-2 ml larutan NaOH 10% lalu dididihkan dan hasil yang diperoleh adalah warna larutan menjadi kehitaman kemudian berubah menjadi warna kuning bening. Kemudian diasamkan dengan H2SO4  encer setelah itu terdapat endapan berwarna biru berlin.
c.     Halogen
Pada percobaan diasamkan 3 ml larutan L dengan HNO3 encer hasilnya larutan menjadi putih keruh. Jika N dan S ada didihkan 5-10 menit, dan hasilnya terjadi perubahan warna larutan dari putih keruh jadi warna kuring , terdapat juga gas dan bau yang tidak sedap. Kemudian tambahkan 5 ml larutan AgNO3 encer dan hasilnya muncul endapan berwarna hitam agak kecoklatan.

10.2 Penentuan kelas kelarutan
10.2.1      Kelarutan dalam air
Pada kelarutan dalam air 0,1 gram zat padat atau 3 tetes zat cair ditambahkan 3 ml air suling, kemudian dikocok kuat-kuat dan jika larutan jernih berarti larut dalam air (+) dan jika larutan keruh berarti tidak larut dalam air (-) dari kelima senyawa yang diuji baik itu gula, garam, minyak, tepung dan putih telur semuanya larut dalam air itu artinya (+).
10.2.2      Kelarutan dalam eter  
Pada percobaan ini dengan menambahkan 3 ml pelarut eter, bila larutan jernih berarti (+) larut dalam eter atau sebaliknya. Pada tepung setelah ditambahkan eter larutan menjadi kerih dan tidak larut yang berarti (-).  untuk garam dan gula larutan jernih namun tidak larut dan yang berarti (-), sedangkan untuk minyak dan putih telur menhasilkan larutan yang jernih dan larut yang berarti (+).
10.2.3      Kelarutan dalam NaOH 5%
Pada Kelarutan dalam NaOH setelah menambahkan 3 ml NaOH pada tepung, garam, minyak dan putih telur hasil yang diperoleh yaitu keruh dan tidak larut yang berarti (-). berbeda halnya dengan gula yang menghasilkan larutan yang jernih dan larut yang berarti (+).
10.2.4      Kelarutan dalam NaHCO3 5%
Pada percobaan kelarutan dalam NaHCO3 bila timbul gas CO2 berarti hasilnya (+) dan sebaliknya (-). Setelah menambahkan NaHCO3 pada tepung, gula, garam dan minyak hasil yang diperoleh yaitu tidak ada gas CO2  yang berarti (-), lain halnya dengan putih telur hasil yang diperoleh yaitu terdapat gas CO2 yang berarti (+).
10.2.5      Kelarutan dalam HCl
Pada percobaan ini setelah ditambahkan HCl kedalam kelima senyawa yaitu tepung, gula ,garam, minyak dan putih telur hasil yang diperoleh yaitu semua larutan jernih dan larut dalam air ini berarti (+).
10.2.6      Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Pada Kelarutan dalam H2SO4 pekat bila larutan jernih atau timbul panas atau perubahan warna berarti (+), pada percobaan yaang telah dilakukan untuk tepung dan minyak setalah ditambahkan H2SO4 pekat larutan berubah menjadi warna orange yang berarti (+). Pada gula larutan yang diperoleh yaitu berwarna kuning kecoklatan yang berarti (+). Untuk putih telur setelah ditambah H2SO4 pekat terasa panas dibagian bawah tabung dan berwarna kemerah-merahan yang berarti (+). Sedangkan pada garam hasil yaang diperoleh yaitu larutan tidak berwarna yang berarti (-).
10.2.7      Kelarutan dalam H3PO4 pekat
Pada percobaan ini setelah ditambahkan 3 ml H3PO4 pekat pada gula, minyak dan putih telur hasil yang diperoleh yaitu jernih (+). Sedangkan pada tepung dan garam hasil yang diperoleh yaitu jernih dan mengendap yang berarti (+).

XI. PERTANYAAN PASCA PRAKTIKUM
1.         Apa yang menyebabkan timbulnya rasa hangat pada campuran pelarut H2SO4 pekat dengan putih telur dalam penentuan kelas kelarutan ?
2.         Mengapa gula tidak dapat larut dalam eter ?  
3.         Mengapa pada tes Bellstein  saat kawat tembaga ditetesi CCl4  timbul warna hijau pada nyala api ?

XII. KESIMPULAN
1.    Analisis kualitatif adalah pengidentifikasian zat- zat, unsur-unsur atau senyawa-senyawa yang belum diketahui yang terdapat dalam suatu sampel.
2.    Tahapan kerja analisa unsur karbon dan hidrogen yaitu dengan mencampurkan serbuk CuO dan gula yang dipansakan diatas pemanas bunsen. Untuk belerang, nitrogen dan halogen dengan menggunakan larutan L yang diuji ada atau tidaknya S, N dan halogen dalam larutan tersebut.
3.    Salah satu senyawa yang tidak diketahui yang dianalisa ada pada percobaan nitrogen yaitu larutan L menggunakan putih telur.

Untuk memahami lebih lanjut silahkan kunjugi link dibawah ini 

XIII. DAFTAR PUSTAKA
Cahyono. 2012. Jurnal Fisika. Bandung : ITB .
Gandjar Dan Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Syamsurizal. 2019. Analisis kualitatif senyawa http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/. (diakses pada 26 januari 2020).
Tim Kimia Organik 1. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi : Universitas Jambi
Vogel. 1985. Analisa Anorganik Kualitatif Makro. Edisi Kelima. Kalman Media Pustaka, Jakarta. Vreeburg, J.H.G.,J.B.2007.

XIV. LAMPIRAN
























Komentar

  1. Baiklah, perkenalkan saya Ryan Willianto dengan NIM A1C118019. Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang diajukan oleh saudari Rismayanti nomor 1. Pada pemberian H2SO4 pekat pada putih telur, terjadi perubahan suhu dimana larutan menjadi menghangat. Pada putih telur, diketahui memiliki banyak sekali kandungan protein yang bermacam-macam. Selain protein yang banyak, putih telur juga mengandung air. Proses pelarutan asam sulfat dalam air bersifat eksoterm atau menghasilkan panas terhadap lingkungan. Asam sulfat yang diberikan kepada putih telur membuat asam sulfat berinteraksi dengan air. Itulah yang menyebabkan larutan menjadi panas.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhwabar isnaini puji rahayu dengan NIm A1C118020, ingin menjawab pernyataan no 2. Karena gula adalah salah satu contoh senyawa polar, sedangkan pelarut eter adalah contoh dari senyawa non polar. Nah, karena perbedaan inilah gula tidak dapat dilarutkan oleh eter.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Perkenalkan nama saya Adriyan Wijaya putra
    NIM A1C118035
    Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3
    Menurut saya, alasan kenapa saat di bakar kawat berwarna hijau setelah di tetesi CCl4 karena saat di bakar CCl4 akan tereksitasi dan menyebabkan panjang spektrum nya berubah dan menciptakan warna hijau tersebut.
    Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga dapat membantu menjawab permasalahan yang ada
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PERCOBAAN 7 PRAKTIKUM KIMOR 1

JURNAL PERCOBAAN 4 PRAKTIKUM KIMOR 1

JURNAL PERCOBAAN 6 PRAKTIKUM KIMOR 1